10 Ekor Kelinci Dan Nisa

FaFa punya cerita

 

Suatu pagi ….

Hiduplah 10 ekor kelinci.

Kelinci itu bermain tangkap kejar.

 

Pertama 5 ekor kelinci jantan dan 5 ekor kelinci betina. Lalu mereka memiliki anak 10.

 

Mereka mempunyai anak,

5 anak jantan dan 5 anak betina.

Mereka, anak-anaknya, pergi bersekolah.

Lalu sebelum pergi, mereka menyiapkan

Makanan dan minuman.

 

Ketika mereka dewasa…

Mereka mempunyai anak, 2 anak,

Satu jantan dan satu betina.

Saat itu mereka bermain lempar tangkap.

 

Mereka memelihara ayam.

Dan mereka menanam sayuran wortel.

Setelah panen mereka wortel-wortel itu.

Setelah habis, mereka akan berkebun kembali

Menanam wortel kembali, dan labu.

 

Mereka menjualnya dengan harga 2000 satu ikat. Setelah uang banyak, mereka sedekahkan kepada fakir miskin.

Mereka juga menanam kembali kangkung.

Mereka menjual lagi.

 

Setelah uang mereka banyak, uangnya disedekahkan kembali.

Mereka juga mensisakan uangnya untuk mereka.

Mereka senang karena membantu fakir miskin.

Mereka juga membeli Es Krim.

 

Lalu hujan turun….

Mereka juga menampung air hujan untuk mandi dan untuk bersuci.

Mereka membeli boneka di pasar, yaitu Masha.

Mereka lalu kemping di gunung.

 

Malampun tiba …mereka tertidur pulas.

Shubuhpun tiba, mereka lalu bersuci untuk Sholat Shubuh.

Pagi mereka bermain, ketika pulang mereka membuat robot. Robot itu rusak.

 

Kemudian mereka memperbaiki robot itu.

Dhuhurpun tiba… Mereka bersuci untuk sholat Dhuhur. Setelah pulang, anak-anakpun senang karena mempunyai robot. Mereka berdo’a agar robot itu tidak rusak.

 

Lalu mereka pergi naik pesawat. Kelinci kecil itu berkata pada ayahnya “ Ayah… Kita mau pergi kemana?”. Ayah berkata “Kita akan pergi ke Kutub Selatan, kita akan menangkap ikan untuk dijual”.

 

Anak-anakpun senang karena memiliki uang banyak dan lalu mereka sedekahkan.

Mereka meninggalkan rumah, lalu mereka pergi kembali.

Anak-anakpun senang karena memiliki rumah besar.

 

Lalu mereka menanam sayuran di kebun mereka. Mereka menanam wortel, biji-bijian, kacang dan apel. Mereka lalu semua itu dijualkan.

Tak lama kemudian mereka menanam kembali dan ada satu kacang yang belum panen.

 

Lalu mereka melihat di kebun kacang itu ada ulat bulu. Lalu mereka menyimpannya ke botol. Mereka mengasih lubang untuk nafas. Lalu daun-daun dilepaskan dari pohon kelapa untuk ulat bulu mereka. Mereka lalu menemui kembali dua ulat bulu.

 

Anak ulat bulu sangat senang menemui ibu mereka.

Terus anak kelinci menemui tupai. “Tupai sini… Ke rumahku” kata si kelinci. Kelinci kecil itu memasak bubur untuk mereka.

Tupai yang masih kecil tidak menemui ibu mereka.

 

Lalu kelinci-kelinci itu ke rumah kelinci. Terus anak tupai menemui ibu mereka. Mereka mengambil daun lagi untuk makan ulat. Mereka menyiapkan minuman untuk ulat bulu.

Lalu tupai itu menyiapkan makanan sendiri untuk dirinya.

 

Kemudian Nisa datang. Nisa mengucapkan salam untuk seluruh keluarga kelinci. Kelinci itu menjawab “Wa’alaikum salam, siapa di luar?”. “Saya Nisa”.

Pagi-pagi itu Nisa bersekolah lalu mendapat piala emas.

 

Kemudian di rumah kelinci tidak ada orang, dan di depan pagar ada surat. Suratnya berisi kelinci ada di pasar. Lalu Nisa membacanya kelinci ada di pasar membeli daun untuk ulat bulu mereka. “Baiklah aku akan kesana”kata Nisa.

 

Nisa tidak dapat temu, terakhir ketemulah kelinci, tupai, anak tupai, banyak sekali.

Kesepuluh kelinci dan tiga ekor tupai menyayangi Nisa.

Kata anak kelinci”Ibu… Kita akan beli apa?”. “Kita akan beli daun untuk ulat bulu kita, sayang”, kata ibu kelinci.

 

“Ibu, emang ulat bisa jadi kupu-kupu?”. “Ya, benar sekali, sayang”. “Bagaimana caranya?”.

“Pertama mereka bertelur, setelah itu mereka memakan daun, lalu mereka akan kepompong, lalu yang sudah tertutup menjadi kupu-kupu”.

 

Lalu ada hujan es. “Wow…indah sekali berbentuk jerapah, gajah, dan bulan, matahari, bintang, dan beruang dan siput, dan kelinci.

Kata Nisa “mungkin kita akan melihat beruang di kutub selatan. Ayo kita berangkat”.

 

Tak lama kemudian, Nisa dan kelincipun berenang memakai baju selam.

Kata kelinci kecil “ Oh… Bagus sekali beruang itu”.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s