Keluarga 4 Robot Raksasa

cerita anak karya Farras YHR

Pada suatu hari pagi yang sedikit cerah, Farras bangun tidur penuh semangat, karena di tengah malam Farras bermimpi membuat ROBOT raksasa.

Shubuhpun tiba, ketika sampai di masjid itu ada teman Farras yaitu Salman dan Syafi.

Saat selesai sholat, Farras berdo’a untuk mendapatkan robot raksasa.

Pagi yang belum cerah, hujan tubuh-tubuh robot untuk Farras. Lalu Farras sangat senang punya robot raksasa, empat robot yang belum terbentuk.

Kalau robot Farras dan Nisa tingginya sama, kalau robot Papa tinggi, dan mama hampir mau tingginya sama.

Aku bertanya “Papa, Mama, adik, ada hujan robot, tapi sudah selesai. “ Asyiiik… Aku suka pasang robot yang belum terbentuk”, kata adik.

Farras, Nisa, papa dan mama measang tubuh-tubuh robot itu, mengecat robot-robot itu. Farrasmenggambar api pada robot-robot itu pada tangan dan kaki. Papa menggambar burung, adik menggambar bunga-bunga, kalau mama kupu-kupu.

Tak lama kemudian robot itu sudah jadi, tinggal mengencek bisa jalan atau tidak. Farras yang mengecek, Papa, Mama dan Adik belum mengecek. Dan …. Saat dicek berjalan. Jadi bisa ke rumah Salam dua langkah.

Dan Nisa di bonceng dalam robot, melihat Farras sedang membuat apa, pencet-pencet apa dan melihat Farras menyetir robot itu.

Farras turun dari robot itu. Dan juga robot itu parkir di rumah Salam di belakang pagar.

Farras bermain ke rumah Salam dan bermain apa saja. Saat Farras bermain keluar, Salam juga ikut main keluar rumah. Ketika Salam melihat robot, Salam terkejut melihat robot keren.

Farras menaiki robot itu, lalu Salam ingin mencobanya enak atau tidak. Saat Salam mencobanya, terasa enak.

Keesokan harinya Salam ke rumah Farras naik sepeda untuk meminjam robot kembali. Di tempat bermain di rumah Farras, adik mengecek robot papa, mama dan punya adik juga.

Ketika adik selesai mengecek semua robot papa, mama, dan punya adik sendiri, bisa berjalan.

Saat selesai mengecek, adik turun dari robotnya lalu masuk ke rumah.

Salam juga ingin pulang ke rumah. Di tengah perjalanan ada banyak kucing dan Salam mengerem sepedanya. Dan tak lama kemudian kucing itu kabur karena mencium bau ikan, sehingga Salam bisa pulang tidak ada halangan lagi.

 

10 Ekor Kelinci Dan Nisa

FaFa punya cerita

 

Suatu pagi ….

Hiduplah 10 ekor kelinci.

Kelinci itu bermain tangkap kejar.

 

Pertama 5 ekor kelinci jantan dan 5 ekor kelinci betina. Lalu mereka memiliki anak 10.

 

Mereka mempunyai anak,

5 anak jantan dan 5 anak betina.

Mereka, anak-anaknya, pergi bersekolah.

Lalu sebelum pergi, mereka menyiapkan

Makanan dan minuman.

 

Ketika mereka dewasa…

Mereka mempunyai anak, 2 anak,

Satu jantan dan satu betina.

Saat itu mereka bermain lempar tangkap.

 

Mereka memelihara ayam.

Dan mereka menanam sayuran wortel.

Setelah panen mereka wortel-wortel itu.

Setelah habis, mereka akan berkebun kembali

Menanam wortel kembali, dan labu.

 

Mereka menjualnya dengan harga 2000 satu ikat. Setelah uang banyak, mereka sedekahkan kepada fakir miskin.

Mereka juga menanam kembali kangkung.

Mereka menjual lagi.

 

Setelah uang mereka banyak, uangnya disedekahkan kembali.

Mereka juga mensisakan uangnya untuk mereka.

Mereka senang karena membantu fakir miskin.

Mereka juga membeli Es Krim.

 

Lalu hujan turun….

Mereka juga menampung air hujan untuk mandi dan untuk bersuci.

Mereka membeli boneka di pasar, yaitu Masha.

Mereka lalu kemping di gunung.

 

Malampun tiba …mereka tertidur pulas.

Shubuhpun tiba, mereka lalu bersuci untuk Sholat Shubuh.

Pagi mereka bermain, ketika pulang mereka membuat robot. Robot itu rusak.

 

Kemudian mereka memperbaiki robot itu.

Dhuhurpun tiba… Mereka bersuci untuk sholat Dhuhur. Setelah pulang, anak-anakpun senang karena mempunyai robot. Mereka berdo’a agar robot itu tidak rusak.

 

Lalu mereka pergi naik pesawat. Kelinci kecil itu berkata pada ayahnya “ Ayah… Kita mau pergi kemana?”. Ayah berkata “Kita akan pergi ke Kutub Selatan, kita akan menangkap ikan untuk dijual”.

 

Anak-anakpun senang karena memiliki uang banyak dan lalu mereka sedekahkan.

Mereka meninggalkan rumah, lalu mereka pergi kembali.

Anak-anakpun senang karena memiliki rumah besar.

 

Lalu mereka menanam sayuran di kebun mereka. Mereka menanam wortel, biji-bijian, kacang dan apel. Mereka lalu semua itu dijualkan.

Tak lama kemudian mereka menanam kembali dan ada satu kacang yang belum panen.

 

Lalu mereka melihat di kebun kacang itu ada ulat bulu. Lalu mereka menyimpannya ke botol. Mereka mengasih lubang untuk nafas. Lalu daun-daun dilepaskan dari pohon kelapa untuk ulat bulu mereka. Mereka lalu menemui kembali dua ulat bulu.

 

Anak ulat bulu sangat senang menemui ibu mereka.

Terus anak kelinci menemui tupai. “Tupai sini… Ke rumahku” kata si kelinci. Kelinci kecil itu memasak bubur untuk mereka.

Tupai yang masih kecil tidak menemui ibu mereka.

 

Lalu kelinci-kelinci itu ke rumah kelinci. Terus anak tupai menemui ibu mereka. Mereka mengambil daun lagi untuk makan ulat. Mereka menyiapkan minuman untuk ulat bulu.

Lalu tupai itu menyiapkan makanan sendiri untuk dirinya.

 

Kemudian Nisa datang. Nisa mengucapkan salam untuk seluruh keluarga kelinci. Kelinci itu menjawab “Wa’alaikum salam, siapa di luar?”. “Saya Nisa”.

Pagi-pagi itu Nisa bersekolah lalu mendapat piala emas.

 

Kemudian di rumah kelinci tidak ada orang, dan di depan pagar ada surat. Suratnya berisi kelinci ada di pasar. Lalu Nisa membacanya kelinci ada di pasar membeli daun untuk ulat bulu mereka. “Baiklah aku akan kesana”kata Nisa.

 

Nisa tidak dapat temu, terakhir ketemulah kelinci, tupai, anak tupai, banyak sekali.

Kesepuluh kelinci dan tiga ekor tupai menyayangi Nisa.

Kata anak kelinci”Ibu… Kita akan beli apa?”. “Kita akan beli daun untuk ulat bulu kita, sayang”, kata ibu kelinci.

 

“Ibu, emang ulat bisa jadi kupu-kupu?”. “Ya, benar sekali, sayang”. “Bagaimana caranya?”.

“Pertama mereka bertelur, setelah itu mereka memakan daun, lalu mereka akan kepompong, lalu yang sudah tertutup menjadi kupu-kupu”.

 

Lalu ada hujan es. “Wow…indah sekali berbentuk jerapah, gajah, dan bulan, matahari, bintang, dan beruang dan siput, dan kelinci.

Kata Nisa “mungkin kita akan melihat beruang di kutub selatan. Ayo kita berangkat”.

 

Tak lama kemudian, Nisa dan kelincipun berenang memakai baju selam.

Kata kelinci kecil “ Oh… Bagus sekali beruang itu”.